Manfaat Gotong Royong di Kampus: Contoh dan Implementasinya

Manfaat Gotong Royong di Kampus: Contoh dan Implementasinya


Gotong royong merupakan budaya yang sudah sangat lama diterapkan di Indonesia. Budaya gotong royong ini memiliki banyak manfaat, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga dalam lingkungan pendidikan, seperti di kampus. Gotong royong di kampus memiliki banyak manfaat, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun pihak administrasi kampus.

Salah satu manfaat gotong royong di kampus adalah menciptakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh civitas akademika. Dengan adanya kegiatan gotong royong, mahasiswa, dosen, dan pihak administrasi kampus dapat saling bekerja sama dan bersinergi untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di kampus. Selain itu, gotong royong juga dapat meningkatkan rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain, sehingga tercipta lingkungan kampus yang harmonis dan kondusif.

Contoh implementasi gotong royong di kampus dapat berupa kegiatan membersihkan lingkungan kampus bersama-sama, mengadakan acara bakti sosial untuk masyarakat sekitar, atau pun mengadakan kegiatan penggalangan dana untuk kegiatan amal. Dengan adanya kegiatan gotong royong semacam ini, mahasiswa dapat belajar untuk bekerjasama, berkolaborasi, dan saling mendukung satu sama lain. Selain itu, gotong royong juga dapat membantu mahasiswa untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerjasama tim.

Sebagai referensi, Abdul Aziz, dkk (2019) dalam jurnalnya yang berjudul “Manfaat Gotong Royong dalam Membangun Kesejahteraan Masyarakat” menyebutkan bahwa gotong royong memiliki manfaat yang besar dalam memperkuat hubungan sosial dan ekonomi masyarakat. Begitu juga dengan penelitian oleh Putra, dkk (2020) yang berjudul “Peran Gotong Royong dalam Membangun Karakter Siswa”, menyebutkan bahwa gotong royong dapat membentuk karakter siswa yang tangguh dan berjiwa sosial.

Dengan demikian, gotong royong di kampus tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan kampus itu sendiri, tetapi juga bagi perkembangan pribadi dan sosial mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi setiap kampus untuk terus mendorong dan mengimplementasikan budaya gotong royong di lingkungannya agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan harmonis. Semoga gotong royong tetap menjadi nilai yang dijunjung tinggi oleh seluruh civitas akademika di kampus.